Mengenal Tentang Saham dan Forex

Kita tidak bisa menyamakan saham dan forex,  kedua hal tersebut meski kelihatannya ada kesamaan antara bermain saham dengan bermain forex. Forex atau yang lebih dikenal dengan Foreign Exchange adalah market yang memperjual belikan instrument keuangan. Investasi dalam saham maupun dalam forex termasuk investasi yang menguntungkan, tetapi juga berbanding lurus dengan resiko yang ada disana. Resiko yang kita dapatkan juga besar terlebih bila kita tidak bisa menyiasati kapan waktu terbaik untuk melakukan eksekusi dan penetrasi pada pasar ini.

Dalam forex dan juga pasar saham ada aktivitas yang kita namakan trading atau perdagangan instrument. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari perubahan yang ada pada nilai instrument tersebut. Kenapa dinamakan instrument? Hal ini karena trader berperan sebagai investor dan bukan sebagai gambler pastinya. Ada skill teknis dan non teknis yang sepenuhnya bisa dipelajari agar bisa melakukan trading dengan hasil maksimal. Dengan skill tersebut kita bisa meningkatkan opportunity untuk meraih keuntungan yang lebih besar lagi.

Berbeda dengan gambling yang hanya mengandalkan intuisi saja. Menebak tanpa adanya perhitungan pasti dan hanya berdasar pada perasaan saja.

Instrumen pasar saham

Dalam pasar saham, bentuk dari instrument yang diperdagangkan adalah surat bukti kepemilikan atas perusahaan yang dimiliki oleh suatu badan usaha (biasanya Perseroan Terbatas atau PT). Kita bisa melihat ada ratusan perusahaan yang terdaftar dalam suatu bursa saham yang bisa kita beli maupun jual sahamnya. Contoh dari saham yang biasa diperjualbelikan adalah Astra International Indonesia (ASII), PT. Bank Rakyat Indonesia, ADARO Energy, dan lain sebagainya.

Untuk forex ada perbedaan, instrument yang diperdagangkan adalah pasangan mata uang dari negara-negara yang ada di dunia. Pasangan mata uang yang biasa diperdagangkan seperti EUR/GBP (Euro terhadap Pounsterling), EUR/USD (Euro terhadap Dollar US) dan lain sebagainya.

Trading saham berbeda dengan trading forex. Forex membandingkan nilai mata uang dari negara-negara. Trading saham tidak membandingkan nilai saham satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Volatilitas dan Resiko Saham dan Forex

Pada forex volatilitasnya sangat tinggi. Maksudnya disini adalah kita bisa melihat kenaikan dan juga penurunan harga dengan sangat cepat sekali. Hal ini disebabkan karena market pada forex dipengaruhi oleh banyak hal seperti peristiwa ekonomi, politik, peristiwa social negara, kebijakan-kebijakan dan lain sebagainya.

Untuk pasar saham harga cenderung stabil dan dapat di trace dari waktu ke waktu. Perlu menjadi perhatian disini adalah semakin tinggi volatilitas maka semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh, tetapi berbanding lurus dengan resiko yang juga semakin tinggi.

Peluang Dalam Segi Keuntungan

Dalam pasar saham transaksinya hanya terjadi satu arah. Dimana kita akan melakukan pembelian dan setelah itu akan menjual dalam kurun waktu tertentu. Keuntungan dan kerugian yang diperoleh adalah hasil dari perhitungan selisih antara harga beli dan harga jual saham. Dari penjelasan ini maka dapat disimpulkan bahwa kita bisa memperoleh keuntungan bila kita melakukan pembelian dengan harga rendah dan bisa menjual kembali dengan harga yang tinggi.

Dalam forex sedikit berbeda, disana terdapat dua kemungkinan. Kita tetap bisa mencari keuntungan dalam dua hal yaitu saat harga naik maupun saat harga turun. Saat harga bergerak naik kita bisa mengambil posisi buy (long) agar bisa mendapatkan keuntungan. Berlaku kebalikannya saat harga turun kita bisa sell (short) agar bisa mendapatkan untung juga.

Likuiditas Market Saham dan Forex

Bicara soal likuiditas maka forex lah yang menjadi pemain dengan likuiditas paling besar. Hal ini terjadi karena di forex terjadi kapitalisme yang sangat besar. Di pasar ada banyak sekali dana sehingga sangat mudah mempertemukan pembeli dan penjual disini.

Untuk likuiditas di saham sangat bergantung pada dua hal yaitu popularitas dari badan usaha dan juga kapitalisasi saham. Saham yang populer dan besar atau yang biasa disebut sebagai saham lapis satu (blue chips) sangat mudah untuk di transaksikan karena banyak sekali pembeli yang berminat akan saham ini. Sebaliknya bila membeli saham lapis tiga (small caps stocks) kita akan kesulitan untuk menjualnya kembali.

Leverage Market Saham dan Forex

Istilah leverage ini sangat populer dalam pasar forex. Leverage ini memungkinkan kita untuk melakukan suatu transaksi dengan modal yang lebih kecil berbanding dengan modal sesungguhnya. Leverage dalam forex ditampilkan dalam proporsi tertentu, suatu contoh proporsinya adalah 1:100 sampai 1:1.000. Arti dari leverage 1:100 adalah jika kita ingin melakukan transaksi senilai $10.000, maka kita cukup menyediakan modal sebanya $100 saja. Lalu kemana selisih dana yang cukup besar tersebut? Selisih dana tersebut menjadi dana pinjaman dari broker kepada trader. Pinjaman ini tidak akan dikenakan bunga dan juga tidak bisa dilakukan penarikan, hanya bisa dilakukan untuk sesi trading saja. Pinjaman ini akan resmi diperoleh setelah trader melakukan setoran modal sebagai margin atau jumlah uang minimal yang harus ada pada akun trader.

Di pasar saham leverage hampir dikatakan tidak ada. Karena apa yang kita beli sesuai dengan berapa modal yang kita miliki. Kita ingin membeli saham senilai 50 juta rupiah, maka kita juga harus menyiapkan modal sebanyak 50 juta rupiah.

Waktu Perdagangan

Dalam forex dunia seperti bekerja tanpa henti. 24 jam dalam seminggu terus berputar untuk melakukan transaksi. Hitungan seminggu dalam forex dimulai dari hari senin hingga jumat. Dalam forex terdapat pembagian waktu perdagangan yang dikenal dengan sesi.

Lain halnya dalam pasar saham. Pasar saham biasanya beroperasi hanya dari pagi hingga sore hari saja. Jam buka dan tutup bursa saham di tiap negara memiliki perbedaan waktu. Kita ambil contoh di BEI atau Bursa Efek Indonesia buka pada hari senin sampai dengan kamis. Sesi satu akan open pada 09:00 s/d 12:00. Untuk sesi 2 akan open pada 13:30 s/d 15:49 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Untuk hari jumat ada perbedaan , yaitu sesi satu pada pukul 09:00 s/d 11:30 dan sesi 2 pada pukul 14:00 s/d 15:49 JATS.

Wrap Up

Itulah perbedaan antara saham dengan forex. Ada sedikit kesamaan antara keduanya, tetapi juga banyak perbedaan yang bisa kita temukan diantara keduanya. Untuk memilik antara pasar saham atau forex kembali menurut fleksibilitas kita. Mengacu pada waktu yang tersedia baik waktu pribadi maupun waktu open market dan juga skill yang kita miliki. Kita juga jagan sampai mengesampingkan opportunity diantara dua buah jenis transaksi atau market ini. Ada yang bisa kita pergunakan opportunity doublenya secara maksimal missal pada forex atau bahkan dengan tanpa opportunity kita bisa merasa lebih aman bertransaksi seperti pada pasar saham.

Lebih bijak memilih adalah kunci dari keberhasilan kita dalam melakukan trading baik itu dalam market forex maupun saham. Happy trading.