Tips Teknik Scalping Dalam Forex Trading

Mungkin beberapa orang kurang memperhatikan teknik scalping. Padahal sebenarnya jumlah scalper di Indonesia lumayan banyak. Alasan mengapa memandang sebelah mata terhadap teknik ini adalah karena mereka menganggap jika melakukan trading dengan teknik scalping akan bersiko tinggi dan malah bisa menjerumuskan trader untuk melakukan berbagai spekulasi.

Namun, bagi kamu yang hendak belajar tentang bagiamana cara menerapkan teknik scalping, maka kamu harus membaca informasi yang akan kami berikan di bawah ini.

Pengertian Teknik Scalping

https://i0.wp.com/brokerforex.com/wp-content/uploads/2017/03/scalping.png?resize=640%2C359

Scalping technique atau teknik scalping merupakan metode yang mungkin masih belum familitar di kalangan orang yang baru terjun di dunia trading forex. Teknik ini memanfaatkan rata-rata dari pergerakan harga serta kondisi jenuh pada transkasi jual beli pair mata uang tertentu untuk jangka waktu pendek.

Untuk rentang waktu dalam melakukan teknik scalping bervariasi. Namun secara umum biasanya berkisar antara 15 menit sampai dengan 1 jam. Beberapa indikator yang biasanya dijadikan dalam menjalankan teknik scalping adalah Moving Average serta Oscillator.

Aturan Menerapkan Teknik Scalping

https://i0.wp.com/www.valasonline.com/wp-content/uploads/2019/01/scalper-forex.png?ssl=1

Berikut ini kami akan menerangkan kepada kamu tentang beberapa aturan yang harus kamu perhatikan ketika hendak melakukan teknik scalping:

  1. Rekomendasi untuk pair mata uang

Untuk instrumen pair mata uang memiliki jumlah yang banyak. Namun secara garis besar dibagi menjadi tiga, yakni pair mata uang cross, major, dan eksotik. Biasanya akan memiliki list atau daftar seputar apa saja mata uang favorit mereka dengan berdasarkan volatilitas maupun besar pergerakan harga.


Setiap scalper memiliki rekomendasi mata uang favoritnya masing-masing. Jadi, kemungkinan besar rekomendasi mata yang diberikan bisa berbeda. Namun secara garis besar silahkan simak gambar di bawah ini:

  1. Indikator Pendukung

Indikator merupakan alat atau tools yang digunakan untuk membantu dalam melakukan analisa teknikal. Menggunakan indikator sangat diperlukan agar bisa mendapatkan hasil analisa yang bagus yang nantinya akan dijadikan sebagai pilihan untuk melakukan open posisi. Perlu kamu tahu bahwa teknik scalping sebenarnya masih menggunakan basis analisa dari analisa teknikal.

Namun memang dalam penerapannya masih memerlukan beberapa indikator pembantu yang digunakan untuk menganalisa chart. Dengan begitu, maka kita bisa lebih mudah di dalam menentukan waktu yang tepat untuk membuka posisi. Secara umum, terdapat setidaknya 2 indikator, yaitu Moving Average dan Oscillator MACD.

Untuk aturan pemasangannya adalah sebagai berikut:

  • Memasang 3 indikator Moving Average yang masing-masing dengan periode 85,75, dan 5.
  • Indikator MACD pada periode 9,26,1.
  1. Aturan Trading

https://3.bp.blogspot.com/-jtLDFe-9cSc/WgVhd7SusQI/AAAAAAAAALI/ljOmF7NGBbkwRGtnYiOr76U8yjMQONeewCLcBGAs/s640/Teknik%2Bscalping%2BProfit%2Bkonsisten.jpg

Adapun mengenai aturan tradingnya silahkan kamu simak penjelasan kami berikut ini:

  • Buy: Jika Moving Average pada periode 5 sudah break atau malah memotong garis Moving Average pada periode 75 serta 85 mulai bawah ke atas. Kemudian, kamu harus mengkonfirmasi sinyal yang dapat dilihat setelah histogram MACD ketika sudah berada di level 0.
  • Sell: Aturan yang kedua ini merupakan kebalikan dari Buy. Jika periode 5 sudah break maupun memotong terhadap garis Moving Average pada periode 75 dan 85 mulai atas ke bawah. Setelah itu, konfirmasi sinyal dapat dilihat pada saat histogram MACD telah berada ketika sudah diposisi 0.
  • Kamu jangan sampai melakukan open posisi sampai candlestick yang sudah terkonfirmasi telah tertutup. Contohnya ketika kamu trading di USD/JPY pad jam 08.04 WIB pada time frame 15 menit. Maka kami sarankan agar kamu sebaiknya menunggu penutupan candle mulai jam 08.00. Kamu bisa melakukan open posisi pada candle selanjutnya yang sudah terbentuk pada 08.15 WIB.
  • Untuk maksimal resiko pada setiap transaksi tidak boleh melebihi 2% dari keseluruhan total Balance. Maka dari itu, kamu perlu memahami seperti apa manajemen resiko terlebih dahulu agar supaya trading yang kamu lakukan bisa lebih disiplin.

Informasi selengkapnya bisa kamu pelajari melalui internet. Di sana ada banyak website yang membahas dan bahkan menyediakan teknik scalping pdf. Kamu tinggal mengunduhnya dan pelajari bagaimana melakukan teknik scalping yang benar.