Ketahui Pengertian dan Hal Penting Tentang Volatilitas

Volatilitas tidak bisa dilepaskan dari harga saham. Sering kali banyak orang yang berkecimpung dalam dunia trading sangat bergantung pada hal ini. Lantas, apa hubungannya dengan harga saham di dunia trading? Berikut sedikit penjelasan singkat tentang hal ini yang mungkin dapat membantu Anda.

Pengertian Volatilitas

Volatilias adalah besarnya jumlah jarak antara fluktuasi atau naik turunnya suatu harga saham. Harga saham ini biasa disebut dengan valas atau valuta asing. Valas atau valuta asing adalah mata uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional.

Jumlah jarak fluktuasi ini menunjukkan besarnya resiko yang ada ketika Anda melakukan trading pada suatu pasangan mata uang. Semakin tinggi nilai yang dimiliki, maka semakin tinggi pula keuntungan yang bisa Anda peroleh. Sebaliknya, jika nilai yang dimiliki lebih rendah maka semakin rendah pula keuntungan yang dapat Anda peroleh.

Besarnya jarak fluktuasi juga memiliki peranan pada return investasi. Jika nilainya tinggi, maka tentu risiko kerugian yang ditimbulkan juga ikut meningkat tajam. Akan tetapi, hal itu sebanding dengan jumlah peluang trading yang juga akan bertambah banyak.

Jarak ini masih sering dipandang sebelah mata karena menunjukkan ketidakpastian. Akan tetapi jika Anda berdiri sebagai trader, Anda perlu memahami bahwa hasil keuntungan yang besar biasanya juga memiliki resiko yang tinggi pula.

Nilai Volatilitas

Nilai yang tinggi sering membuat trading forex menjadi jauh lebih menarik. Hal ini dikarenakan besarnya kemungkinan keuntungan yang bisa didapat. Keuntungan yang didapat ini merupakan pertimbangan utama bagi seorang trader. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Anda harus bertrading hanya di saat nilainya tinggi saja.

Keputusan sikap seseorang terhadap nilai fluktuasi ini tergantung pada profil investasi setiap orang. Hal ini dikarenakan setiap investor memiliki profil yang berbeda-beda. Misalnya saja agresif, moderat atau pun konservatif.

 Volatilitas

Jika Anda termasuk memiliki profil agresif, maka mencari keuntungan di saat fluktuasi tinggi sangat menarik. Akan tetapi, jika Anda memiliki profil yang konservatif maka akan jauh lebih baik Anda menghindari fluktuasi yang tinggi.

Jarak fluktuasi tinggi memiliki arti bahwa harga naik tinggi secara cepat, kemudian tiba-tiba turun secara cepat pula. Sehingga hal ini akan menimbulkan selisih antara harga terendah dengan harga tertinggi dalam rentang waktu tertentu.

Dalam dunia Forex, volatilitas dengan harga tertinggi biasanya terdapat pada pasangan GBP – USD, EUR – JPY, GBP – JPY, atau pun EUR – USD. Akan tetapi besar kecilnya nilai jarak fluktuasi ini juga bisa berubah sewaktu-waktu. Ada suatu waktu di mana nilai ini meningkat tajam dan ada pula suatu waktu di mana nilai ini menurun drastis.

Dunia forex adalah dunia yang gampang mencair atau biasa disebut dengan dunia likuid. Likuiditas tersebut yang menjadikan daya tarik utama dunia forex. Oleh karena itulah, hasil transaksi yang sudah didapat bisa diambil dengan sesegera mungkin. Likuiditas ini menunjukkan transparansi pada pergerakan harga yang sedang terjadi. Pasar valuta asing sangat menarik dan membawa dampak yang besar terhadap dunia pasar forex.

Volatilitas Saham

Volatilitas saham merupakan standar deviasi yang dihitung secara tahunan dan kemudian digunakan untuk mengukur resiko saham tersebut di tahun yang berikutnya. Beberapa nilai saham, memiliki nilai fluktuasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang lain.

Perbedaan nilai fluktuasi saham tersebut disebabkan oleh jumlah transaksi yang berbeda. Jumlah transaksi yang berbeda ini mengakibatkan perubahan harga secara signifikan dalam rentang waktu yang tertentu.

Besarnya nilai dari sebuah harga saham biasanya cenderung stabil. Oleh karena itu jika Anda bertransaksi dalam saham untuk mengambil keuntungan dalam periode waktu yang cenderung singkat, maka saham yang memiliki fluktuasi tinggi tentu akan lebih memiliki potensi yang menggiurkan. Namun harus diingat pula, bila memiliki nilai tinggi tentu juga memiliki resiko yang tinggi pula.

Jenis – jenis Volatilitas

Volatilitas dibagi menjadi beberapa jenis. Menurut Schwert dan Smith (1992), terdapat lima jenis yang ada dalam pasar keuangan yaitu :

Future Volatility

Future volatility adalah jumlah jarak fluktuasi pada masa depan yang ingin diketahui oleh para pelaku pasar keuangan, sedangkan future volatility tidak mungkin untuk diketahui pada saat ini.

Historical Volatility

Historical volatility adalah jumlah jarak fluktuasi yang dihitung berdasarkan data yang ada di masa lalu. Jarak waktu yang digunakan dapat berupa jangka harian, mingguan, bulanan, atau pun lainnya

Forecast Volatility

Forecast volatility adalah jumlah jarak fluktuasi yang akan diramalkan. Periode peramalan ini bisa dihitung dalam satu periode atau dalam beberapa periode.

Implied Volatility

Implied volatility adalah jumlah jarak fluktuasi yang diperkirakan untuk menghitung harga opsi.

Seasonal Volatility

Seasonal volatility adalah jumlah jarak fluktuasi yang diramalkan untuk menghitung harga komoditas pertanian seperti padi, kacang, jagung, kedelai, serta gandum.

 Volatilitas

Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Menurut penelitian, jumlah jarak fluktuasi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya sebagai berikut.

Devidend Payout Ratio

Devidend Payout Ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentase keuntungan yang diperoleh setiap pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

Nilai tukar

Nilai tukar biasa disebut juga dengan kurs. Ini adalah perjanjian yang dikenal nilai tukar mata uang pada pembayaran saat ini atau di kemudian hari.

Inflasi

Inflasi merupakan ukuran yang digunakan untuk melihat tingkat perubahan yang terjadi apabila proses kenaikan harga terjadi secara terus-menerus dan juga saling mempengaruhi.

Devidend Yield

Deviden Yield merupakan jumlah deviden saham tahunan dari sebuah perusahaan yang akhirnya dinyatakan dalam persentase harga pasar dari saham perusahaan.

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan skala perusahaan yang dapat dilihat dari total seluruh aktiva di perusahaan pada akhir tahun.

Tingkat Suku Bunga

Tingkat suku bunga merupakan keuntungan yang diberikan kepada seseorang dari penggunaan dana investasi berdasarkan perhitungan nilai ekonomi dalam suatu jangka waktu tertentu.

Volume Perdagangan

Volume perdagangan merupakan jumlah saham yang digunanakan untuk berdagang dalam jangka harian.

Mengukur Volatilitas Valas

Besarnya jumlah jarak fluktuasi dihitung dengan beberapa cara. Untuk mengukur tingkat valuta asing dimulai dengan menggunakan cara Bollinger Bands, Moving Averages hingga Average True Range. Semua cara ini digunakan dalam chart dengan menghitung rata-rata dari pergerakan valas. Bollinger Bands adalah alat yang berupa pita atau garis yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga-harga yang sedang terjadi di dunia forex.

Moving Averages adalah sebuah indicator teknik yang menghaluskan pergerakan harga dengan cara menyaring fluktuasi harga secara random. Moving Average dihitung dengan berdasar nilai rata-rata pergerakan harga pada suatu periode tertentu. Pada cara Moving Averages pergerakan ditunjukkan dari jarak garis rata-rata.

Dengan semakin jauh jaraknya, maka tingkat nilainya semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya. Average True Range adalah alat indikator yang yang diciptakan oleh Welles Wilder dan digunakan dalam analisis teknikal.