Ketahui Istilah Leverage dalam Dunia Trading

Kesadaran milenial akan pentingnya investasi rupanya meningkat tajam beberapa waktu belakangan. Mereka tak lagi segan menyimpan uangnya dalam bentuk saham maupun forex. Ini tentu dilakukan dengan bekal pengetahuan yang cukup saat memulai. Tak ayal, beberapa informasi dasar mengenai trading pun dipelajari. Salah satunya mengenal istilah leverage yang kerap digunakan para trader.

Memahami Konsep Leverage dalam Trading

Leverage bisa diartikan sebagai daya ungkit dalam trading. Ini merupakan salah satu fitur yang bisa digunakan oleh para trader untuk memaksimalkan keuntungan. Sistem kerjanya sangat mudah, yakni Anda meminjam sejumlah dana dari broker sebagai bagian dari strategi investasi.

Dengan pinjaman tersebut, modal yang Anda keluarkan pun lebih sedikit atau hemat. Mudahnya, broker meminjamkan Anda sejumlah uang untuk trading. Nominal dananya ditentukan dari awal, saat Anda memutuskan terjun dalam dunia trading.

Idealnya, dana pinjaman yang didapat disesuaikan dengan modal yang Anda berikan. Semakin besar modal yang Anda percayakan kepada broker, maka makin kecil pinjaman yang dibutuhkan untuk trading.

Rentang nominal antara modal dan pinjaman inilah yang disebut dengan margin. Konsep margin memang tak bisa dilepaskan dari daya ungkit. Trader pemula perlu mengenal lebih dalam seluk-beluk margin itu sendiri.

Tujuannya agar mereka lebih bijak memilih margin dari pinjaman yang akan diajukan kepada broker. Dengan begini, tentu harus paham pula manajemen resiko dan profil resiko diri sendiri.

Ilustrasi untuk Mempermudah Anda

Untuk mempermudah Anda memahami pengertian leverage dan margin, kita akan membuat sebuah ilustrasi sederhana. Seorang trader bernama Sanka akan membeli 1 lot EUR/USD berbasis 200.000 unit, dengan nilai 1,25000. Jika Sanka tidak meminjam dana dari broker atau perusahaan sementara waktu, berarti modal yang harus disediakan sebesar US$ 250.000. Dengan hitungan sebagai berikut:

Kebutuhan margin : 1 lot x 1,25000 x 200.000 = US$ 250.000

Bayangkan betapa besar bukan modal yang harus dikeluarkan langsung oleh Sanka? Nah, untuk meringankan penyediaan modal tersebut, Sanka bisa memanfaatkan pinjaman dari sang broker. Dalam kondisi ini, Sanka memilih margin 1 : 500 sebagai pinjaman. Hitungan modal yang harus dikeluarkan tentu berubah, yakni:

Kebutuhan margin : (1 x 1,25000 x 200.000) / 500 = US$ 500

Dari hitungan margin pinjaman di atas, modal yang dibutuhkan Sanka jauh lebih kecil. Sanka hanya perlu menyediakan dana sebesar US$ 500 untuk membeli 1 lot EUR/USD. Bandingkan dengan modal tanpa pinjaman sebelumnya?

Image result for leverage in tading"

Cukup besar bukan perbandingan margin yang didapatkan? Semakin besar yang diterapkan, maka makin kecil pula modal yang dikeluarkan. Marginnya akan bertambah besar, begitu pula dengan resiko yang dihadapi.

Dana pinjaman besar seringkali membuat trader lupa diri. Mereka kerap mengambil keputusan gegabah saat membeli lot. Untuk itu, pilihlah level pinjaman di tengah-tengah, artinya tidak begitu besar ataupun tanpa pinjaman sedikitpun.

Anda mesti memperhitungan faktor resiko yang menyambut di depan mata. Walaupun dana pinjaman memperbesar keuntungan Anda, bukan berarti tak ada resiko yang dihadapi.

Konsep Margin

Usai melihat ilustrasi di atas, Anda diajak memahami kembali leverage forex adalah apa, selanjutnya Anda juga harus mengetahui beberapa hal. Banyak trader yang mengibaratkan fitur ini bak pisau bermata dua.

Image result for leverage in tading"

Bagaimana tidak? Di satu sisi, fitur ini tak berpengaruh pada profit maupun kerugian yang dialami. Di sisi lain, trader kerap melakukan overlot tanpa mereka sadari. Mereka memperbesar jumlah lot yang berarti mengurangi margin bebas yang dimiliki.

Perhitungan tidak sehat semacam ini tentu memberi dampak buruk. Ketersediaan margin bebas kian terancam dan tak bertahan lama. Dalam hitungan menit, margin ini bakal berubah ke arah loss atau kerugian. Sampai disini, apakah Anda sudah memahami kedua konsep yang dijelaskan sebelumnya? Secara tak langsung, Anda juga mengenal dampak buruk dari fitur satu ini.

Dampak lainnya yang paling dirasakan oleh trader adalah margin call. Tingginya nilai daya ungkit akan mempengaruhi sisa saldo yang Anda miliki. Bila Anda mengambil margin tingg, saldo yang tertinggal tentu kian sedikit. Misalnya saja, margin yang dimiliki berkisar 1 : 3000 untuk membeli 1 lot.

Margin call akan terjadi saat saldo Anda US$ 33. Sedangkan level 1 : 100 bakal menyisakan margin call dinilai US$ 1.000. dari sini saja, Anda tentu paham mana yang harus dipilih bukan?

Resiko Pemilihan Leverage terhadap Modal

Perlu diketahui, fitur daya ungkit akan berbeda antara setiap broker. Anda harus masuk langsung ke website perusahaan atau broker bersangkutan. Masukkan perbandingan margin yang ingin diketahui untuk membuka besarnya pinjaman. Masukkan jumlah lot yang ingin dibuka dan margin yang diinginkan. Mesin penghitung akan membantu Anda menentukan modal awal untuk membeli 1 lot.

Image result for leverage in tading"

Besaran margin tak melulu 1 : 100 atau 1 : 200, sebab bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Pembelian lot juga tak harus 1 lot dengan 200.000 atau 100.000 unit. Untuk mengetahui pembelian lot ini, Anda memang harus berkonsultasi atau mencari tahu dari website perusahaan broker. Rajin-rajinlah memantau hal tersebut untuk mempermudah investasi di bidang trading.

Trader sukses bukanlah mereka yang memulai dengan bekal mumpuni, tetapi trader yang mau belajar. Dalam trading, tak ada informasi yang bersifat sia-sia. Semua informasi bakal membantu Anda menentukan lot mana yang menjanjikan. Perlu diingat, return dan modal akan dibayarkan setelah liquid buy dilakukan.

Dua Tipe Trader Berdasarkan Leverage

Secara umum, ada 2 macam trader yang dibedakan menurut tingkatan leverage adalah:

Trader yang Tidak Membatasi Posisi

Para trader ini cocok memilih daya ungkit bernilai besar. Pasalnya, mereka tak mempermasalahkan frekuensi dan posisi pada trading. Mereka lebih berani mengambil resiko dan memiliki modal cukup kecil. Dengan modal terbatas, tentu pinjaman terlihat lebih menjanjikan daripada mengeluarkan modal besar di awal.

Trader yang Memiliki Target Harian

Berbeda dengan tipe pertama, trader ini justru lebih pas dengan daya ungkit lebih rendah. Mereka tak begitu tergiur dengan untung terlalu besar, sebab memiliki target harian. Rencana keuangan trader biasanya telah tersusun rapi, sehingga tak ingin mengambil resiko tinggi. Bagi mereka, profit jelas jauh lebih menjanjikan daripada bertaruh dengan resiko tinggi.

Image result for leverage in tading"

Anda termasuk trader yang mana dari kedua jenis tersebut? Dimanapun posisi Anda saat ini, pastikan telah mengenal rasio resiko atau penghargaan. Kenali profil resiko dan manajemen resiko keuangan secara tuntas.

Jangan sampai mengambil keputusan yang terlalu gegabah hingga mengganggu keuangan bulanan Anda. Bila dibutuhkan, susunlah rencana keuangan bulanan untuk mengetahui posisi Anda saat ini.

Sebagian orang mungkin membutuhkan sesi konsultasi dengan financial consultant. Anda bisa memakai jasa konsultan keuangan terpercaya. Sebelumnya, lakukan audit keuangan secara mendalam untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran secara teratur. Langkah ini jauh lebih aman untuk keuangan Anda ke depannya. Jadi, sudah menentukan rencana keuangan ke depan dan memilih trading mana yang pas?