Belajar Cara Membaca Grafik Forex Trading

Belajar Cara Membaca Grafik Forex

Belajar forex saat ini sudah bisa dilakukan dengan mudah. Hanya berbekalkan jaringan internet saja, saat ini Anda sudah bisa mencari berbagai macam informasi terkait belajar forex bagi pemula di internet. Bahkan jenis informasi nya pun sangat beragam, dari mulai tulisan, gambar, rekaman suara, sampai dengan video semua nya sudah bisa didapatkan dengan mudah dan cuma – cuma.

Nah, berbicara tentang kemudahan dalam belajar forex dasar, kali ini kami ingin membagikan informasi tentang cara membaca grafik forex untuk pemula.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, untuk bisa mendapatkan keuntungan dalam trading forex, seorang trader mau tidak mau harus mampu membaca grafik forex dengan baik. Dengan kemampuan membaca grafik yang baik, seorang trader nanti nya akan bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi dan menutup posisi trading mereka.

Lantas seperti apakah cara membaca grafik forex yang baik?

Secara umum, ada banyak sekali cara membaca grafik forex yang bisa dipakai. Dari mulai tanpa menggunakan indikator sama sekali sampai dengan yang menggunakan beberapa indikator, semua nya bisa dipakai untuk membaca grafik forex.

Namun begitu, di kesempatan kali ini kami hanya akan membagikan dua cara membaca grafik forex saja, yaitu dengan analisa puncak dan lembah serta dengan menggunakan bantuan indikator moving average.

Cara Membaca Grafik Forex dengan Analisa puncak dan Lembah

Dalam analisa ini, Anda harus mampu mengidentifikasi puncak dan lembah yang terjadi pada pergerakan harga mata uang. Normal nya, pergerakan harga mata uang dikatakan naik jika ujung puncak dan ujung lembah nya juga turut mengalami kenaikan secara berturut – turut. Sebaliknya, pergerakan harga mata uang dikatakan turun jika ujun puncak dan ujung lembah nya juga turut mengalami penurunan secara berturut – turut.

Pergerakan harga baru valid disebut uptrend jika telah memiliki dua buah lembah yang semakin tinggi (higher low) dan dua buah puncak bukit yang semakin tinggi (higher high). Sebaliknya, pergerakan harga baru valid disebut downtrend jika telah memiliki dua buah puncak bukit yang semakin rendah (lower high) dan dua buah lembah yang semakin rendah (lower low).

Selama pergerakan harga masih membentuk pola higher high dan higher low, maka pembukaan posisi yang paling aman dan paling masuk akal adalah posisi buy. Hal ini dikarenakan trend pergerakan harga yang terjadi adalah uptrend.

Sebaliknya selama pergerakan harga masih membentuk pola lower high dan lower low, maka pembukaan posisi yang paling aman dan palng masuk akal adalah posisi sell, mengingat trend yang terjadi adalah downtrend.

Jika harga bergerak membentuk puncak bukit dan lembah yang hampir sama, maka pergerakan harga yang terjadi adalah sideways. Dalam kondisi ini pembukaan entry yang terbaik adalah buy di low dan sell di high.

Cara Membaca Grafik Forex dengan Indikator Moving Average

Untuk membaca grafik forex dengan infikator moving average, Anda tinggal membandingkan posisi dua buah moving average dengan periode yang berbeda saja. Jika posisi moving average periode rendah berada di atas moving average periode tinggi, maka pergerakan harga sedang uptrend. Sebaliknya, jika moving average periode rendah berada di bawah moving average periode tinggi, maka pergerakan harga sedang downtrend.

Beberapa kombinasi periode moving average yang normal digunakan oleh trader adalah 12 dan 26, 10 dan 20, 9 dan 26, 20 dan 50, dll.

Nah, bagaimana? Apakah Anda sudah mulai mengerti bagaimana cara membaca grafik forex? Semoga bermanfaat ya!